Tuesday 07th of September 2010

news blog logo
news menu leftnews menu right
top news photography M. Muaz Munawwar sedang memimpin aksi KAMMI Aceh

M. Muaz Munawwar, ketua KAMMI Aceh (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Daerah Aceh) periode kepengurusan 2009-2011. Bersamanya KAMMI terus melakukan pengawalan terhadap pemerintah khususnya pemerintah Aceh. KAMMI Aceh, tidak hanya berjuang sebagai parlemen jalanan, tetapi juga melakukan pencerdasan-pencerdasan politik bagi pemuda muslim di Aceh. Read more...
Home PERS RELEASE Pers Release Membaca Arah Pembangunan Aceh Pasca Pemilu
Membaca Arah Pembangunan Aceh Pasca Pemilu Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 09 March 2010 03:56

Banda Aceh (2 Maret 2010) - 3 (Tiga) tahun kepemimpinan pemerintahan Irwandi-Nazar (IRNA) sebagai gubernur dan wakil gubernur Aceh periode 2007-2011 telah berlalu, dengan visi-misinya yang kemudian diterjemahkan dalam Rencana Kerja Jangka Menengah (RPJM) pemerintah Aceh terus berlangsung dengan berbagai realitas yang ada hari ini, kita berharap akan terjadinya percepatan pembaharuan pembangunan Aceh dalam berbagai aspek, mengingat Dana Tambahan anggaran pembagian hasil pendapatan migas, serta tambahan anggaran Otonomi Khusus (otsus) sebesar 2 persen, DAU Nasional selama 15 tahun (2007 - 2022) dan 1 persen DAU Nasional untuk lima tahun sesudahnya (2023 - 2027), belakangan dikawatirkan menurun akibat dari merosotnya produksi minyak. Sebagai gambaran pada tahun 2006, aceh mendapat jatah1,6 persen, kemudian turun menjadi -2,5 persen di tahun 2007, dan menjadi 8,3 persen di tahun 2008 (sumber BPS). Perlambatan pertumbuhan ekonomi di Aceh sendiri juga diakibatkan oleh selesainya proses rekontruksi dan rehabilitasi di Aceh. (Said Achmad).

 

 

 

Masalah lainnya yang menjadi sorotan dalam menganalisis makro ekonomi adalah angka penganguran selama periode 2005-2008 belum mengalami penurunan secara signifikan dan masih dikategorikan tinggi bila dibandingkan dengan jumlah dana yang telah dibelanjakan oleh pemerintah(BPS).

 

 

Pemilihan Umum pada tahun 2009 yang lalu telah menetapkan legislative baru hasil pilihan dari masyarakat aceh. Peran DPRA menjadi urgent dan penting mengingat tupoksi yang diembannya. Eksekutif disatu sisi, dan legislatif dilain sisi memiliki peran utama dalam mempercepat pembangunan di Aceh, niscaya upaya sinergisasi dan koordinasi antar keduanya menjadi mutlak. Sehingga terdapat cara pandang yang sama kemana aceh akan dibawa.

Beberapa kondisi diatas mengilhami Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI)-Aceh untuk mempertemukan berbagai pandangan dalam seminar sehari yang bertajuk “MEMBACA ARAH PEMBANGUNAN PEMERINTAHAN ACEH PASCA PEMILU”. Acara yang bertempat di Loby AAC Dayan Dawood ini diharapkan akan menyamakan persepsi untuk arah pembangunan aceh kedepan yang lebik baik.

Ketua panitia yang juga Sekretaris Jenderal (Sekjend) KAMMI-Aceh periode 200-2011, Yanwar Fakhri menargetkan seminar ini adalah untuk mempertemukan pandangan pembangunan aceh antar eksekutif dan legislatif (pemerintahan) serta menampung masukan, saran dan pandangan pihak-pihak lain guna mendorong terwujudnya pembangunan yang terencana dan partisipatif . Dengan demikian, diharapkan akan terbangun komunikasi dan interaksi antar elemen untuk mempercepat pembangunan dan penyelesaian masalah-masalah didalamnya.

Acara yang dipandu oleh Saudara Isra Safril yang merupakan aktivis LSM ini dibuka langsung oleh wakil Gubernur Aceh, M. Nazar S.Ag. Menghadirkan anggota DPRA, Tgk Yahya Muaz sebagai pembicara pertama yang menyampaikan tentang “Peran Strategis Legislatif Dalam Pembangunan Aceh”. Sementara dr Warqah Helmi yang menjabat sekretaris BAPPEDA sebagai pembicara kedua, berbicara mengenai “Optimalisasi Potensi Aceh Untuk Pembangunan Demi Masyarakat Yang Lebih Sejahtera”. Dan dalam kesempatan berikunya Ketua KAMMI Aceh periode 2009-2011, M.Muaz Munawwar menyampaikan tentang “Tinjauan Kritis Pembangunan Aceh Pasca Pemilu”.

Seminar ini sekaligus membuka acara Pelatihan Kader Bangsa Tingkat Nasional (Daurah Marhalah 3), yang akan berlangsung dari tanggal 2 Maret sampai dengan 7  Maret 2010, bertempat di SMU 1,2,3 Lhong Raya. Daurah Marhalah 3 yang biasa disingkat dengan DM 3 ini bertemakan “Muslim Negarawan, Solusi Kemandirian Bangsa”, terdiri dari beberapa agenda kegiatan, yang diawali dengan seminar yang telah diuraikan sebelumnya, dan dilanjutkan dengan orasi kebangsaan oleh M. Nazar S.Ag selaku Wakil Gubernur Aceh, daurah marhalah 3, field trip ke tempat-tempat wisata di kota Banda Aceh, serta diskusi media dengan beberapa media d Aceh. Peserta kegiatan pelatihan ini (DM 3.red) terdiri dari kader KAMMI yang merupakan delegasi dari 43 KAMMI Daerah se Indonesia yang sebelumnya telah melalui tahap penyeleksian.

Pelatihan Kader Bangsa Tingkat Nasional (Daurah Marhalah 3) ini juga merupakan latihan awal bagi KAMMI daerah Aceh yang akan menjadi penyelenggara Muktamar ke VI KAMMI pada bulan November 2010 di Nanggroe Aceh Darussalam.

 

 

Last Updated on Tuesday, 09 March 2010 04:10
 



Powered by Joomla!. Designed by: oscommerce hosting hosted email Valid XHTML and CSS.