M. Muaz Munawwar sedang memimpin aksi KAMMI AcehM. Muaz Munawwar, ketua KAMMI Aceh (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Daerah Aceh) periode kepengurusan 2009-2011. Bersamanya KAMMI terus melakukan pengawalan terhadap pemerintah khususnya pemerintah Aceh. KAMMI Aceh, tidak hanya berjuang sebagai parlemen jalanan, tetapi juga melakukan pencerdasan-pencerdasan politik bagi pemuda muslim di Aceh. Read more...
| Dunia Pendidikan Kawasan Bebas Asap Rokok |
|
|
| Written by Administrator |
| Sunday, 12 July 2009 11:12 |
|
Banda Aceh, 20 Juni 2008 Perokok di dunia terus bertambah. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), saat ini ada 1,1 miliar perokok di dunia -- 47 persen di antaranya pria, 12 persen wanita, dan 49 persen anak-anak. Tapi belakangan ini, menurut Dr Robert Kim-Farley, utusan WHO di Jakarta, ada pergeseran persentase perokok. Kaum pria yang merokok berkurang, sementara wanita dan anak-anak yang merokok bertambah. Hal yang sama terjadi di Indonesia khususnya Aceh. Data yang sangat memprihatinkan kita dan menyayangkan perokok tinggi adalah anak-anak. Aspek perilaku dan budaya merokok warga Aceh tidak mudah dapat ditinggalkan. Hal ini tidak dapat dihindari juga dalam proses belajar-mengajar. Para guru dan dosen bersikap biasa saja saat mengajar sambil menghisap beberapa batang rokok dalam ruangan belajar. Bahkan mereka berdalih tidak dapat mengajar dengan baik ketika mereka tidak merokok dan tidak jarang pula mereka membenarkan perbuatan merokok tersebut kepada muridnya dengan berbagai alasan. Ironinya, padahal mereka mengetahui bahaya bagi perokok aktif maupun pasif. Dengan tidak sadar mereka telah memberikan contoh yang tidak baik kepada siswanya. Perokok pasif (orang yang tidak merokok namun terpaksa menghirup asap rokok) mempertinggi resiko terkena berbagai macam penyakit. Asap yang dihisab oleh perokok sudah terdapat saringan (filter) terlebih dahulu sebelum masuk ke paru-paru, sementara asap yang dihisap oleh orang sekelililngnya adalah asap sampingan yang sebagian besar gas-gasnya berpotensi beracun. Ribuan bahan kimia dalam bentuk padat maupun gas terdapat pada rokok. 43 diantaranya positif karsinogen (penyebab kanker), karbonmonoksida (menurunkan kadar oksigen), dan lainnya. Udara cemar yang dihirup oleh perokok pasif menimbulkan kumatnya penderita asma dan gejala-gejala lain yang membahayakan bagi para penderita alergi lainnya. Penyakit yang diderita perokok pasif tidak lebih baik dari perokok sebenarnya. Banyak hal dikandung oleh rokok yang dapat menyebabkan kematian juga bagi perokok pasif.
Tidak sedikit pula iklan rokok meranah ke dunia pendidikan. Wanita promosi salah satu merk rokok masuk ke kampus dengan memberikan harga sangat murah. Berbagai kegiatan mahasiswa juga disponsori oleh perusahaan rokok. Tidak hanya itu sepanjang jalan T. Nyak Arief (jalan menuju kampus) dipenuhi oleh iklan rokok. Seolah-olah provinsi penerap Syariat Islam ini mengajak masyarakatnya untuk merokok bersama. Syariat Allah telah melarang kita membunuh diri sendiri dan menjerumuskan diri dalam kebinasaan. Asap rokok telah terbukti menimbulkan berbagai penyakit besar yang sangat berbahaya baik bagi perokok aktif maupun perokok pasif. DKI Jakarta yang belum menerapkan Syariat Islam tapi telah lebih dulu memahami bahayanya rokok sehingga menerapkan kawasan bebas asap rokok di berbagai tempat umum.
Sebenarnya permasalahan ini merupakan permasalahan serius, sehingga mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat dengan dikeluarkannya PP No 19 Tahun 2003. Isi pasal 25 PP itu menyatakan bahwa pemerintah daerah wajib mewujudkan kawasan tanpa rokok diwilayahnya. Sebagai daerah penghasil ganja terbesar sudah sepantasnya pemerintah Aceh menjalankan PP tersebut. Karena merokok juga merupakan faktor pendukung penggunaan narkoba (ganja).
Melihat kondisi di atas maka kami dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Aceh menyatakan sikap sebagai berikut:
Demikianlah pernyataan sikap dari kami,semoga dapat ditindak lanjuti. Demi terwujudnya provinsi Aceh yang di Ridhai Allah SWT. Yang benar itu datangnya dari Allah sedangkan yang salah itu datangnya dari kami sendiri. |




