Tuesday 07th of September 2010

news blog logo
news menu leftnews menu right
top news photography M. Muaz Munawwar sedang memimpin aksi KAMMI Aceh

M. Muaz Munawwar, ketua KAMMI Aceh (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Daerah Aceh) periode kepengurusan 2009-2011. Bersamanya KAMMI terus melakukan pengawalan terhadap pemerintah khususnya pemerintah Aceh. KAMMI Aceh, tidak hanya berjuang sebagai parlemen jalanan, tetapi juga melakukan pencerdasan-pencerdasan politik bagi pemuda muslim di Aceh. Read more...
Home PERS RELEASE Pers Release kualitas Pendidikan Merosot
kualitas Pendidikan Merosot Print E-mail
Written by Administrator   
Sunday, 12 July 2009 11:07

Banda Aceh, 14 April 2008

Setelah membaca Koran serambi hari ini (senin, 13 april 2008), KAMMI kecewa dengan pendidikan Aceh saat ini. KAMMI kecewa tidak sebanding antara banyaknya dana pendidikan di Aceh tidak sejalan dengan kwalitas pendidikan yang merosot.Dana yang diusulkan Disdik sebagai dana pendidikan cukup besar mencapai Rp 1.2 M, namun dana tersebut hanya digunakan untuk perjalanan dinas pesiar ke Luar Negeri para tim pendidikan.

Dengan dalih untuk mendapatkan tempat belajar dan beasiswa di luar negeri, Disdik berani meminta alokasi dana satu Milyar dari uang rakyat untuk kesenangan pribadi. Padahal tempat belajar atau gedung sekolah masih di aceh masih banyak yang harus mendapatkan perhatian.kenapa harus jauh-jauh ke luar negeri? Di aceh juga ada tempat jauh yang sulit di jangkau oleh kendaraan yang biasa digunakan. Bahkan sarana sekolah juga blm layak untuk digunakan. Di desa Sembuang, Mereka hanya sekolah 3 hari dalam seminggu, itupun kelas 1 digabungkan dengan kelas 2 demikian seterusnya. Masih banyak anak aceh yang ingin sekolah di luar sana tidak dapat sekolah. Belum lagi gaji guru yang belum dibayar.

Studi agama Islam ke negeri yang maju dengan perdagangan?bukannya mau belanja? studi agama kenapa harus keluar negeri. Aceh merupakan tempat belajar agama yang paling tepat. Dengan pesantren dan ulama yang berlimpah tersedia di Aceh. Namun kini, Dayah bukan menjadi salah satu sasaran penyaluran dana pendidikan agama yang baik.  Menambah jam pelajaran agama dan memberikan materi yang menarik minat siswa. Belajar agama Islam ke negeri yang bukan menjadi daerah pusat pendidikan islam yang baik dikhawatirkan akan membawa pulang materi agama yang liberal nantinya.

Dengan berbagai masalah pendidikan yang dihadapi aceh saat ini belum terselesaikan dan demikianlah pernyataan sikap dari kami, semoga Disdik dapat memikirkan dan melakukan yang terbaik untuk kemajuan pendidikan Aceh ke depan. Yang benar itu datangnya dari Allah sedangkan yang salah itu datangnya dari kami sendiri.

 



Powered by Joomla!. Designed by: oscommerce hosting hosted email Valid XHTML and CSS.